Karangmojo, 21 Agustus 2025 — S...

Karangmojo 29 Juli 2025– Suasana hangat dan reflektif mengiringi kegiatan koordinasi bulanan SMA-SMK Pembangunan Karangmojo yang diselenggarakan pada Selasa, 29 Juli 2025. Bertempat di ruang pertemuan lantai 3, kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, seluruh guru, serta karyawan sekolah.
Sebagai bagian dari tradisi rutin, kegiatan diawali dengan pengajian bertema bulan Muharram yang disampaikan oleh Ibnu Marhaban, S.Pd.I. Materi yang disampaikan berfokus pada amalan-amalan di Hari Asyura (10 Muharram), seperti puasa sunnah, memperbanyak sedekah dan istighfar, serta mempererat silaturahmi dan kepekaan sosial. Penyampaian dilakukan secara santai dan bermakna, mengajak peserta untuk merenungkan kembali nilai-nilai yang dapat ditumbuhkan dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan kerja.
Dalam agenda tersebut juga dilaksanakan desiminasi materi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang disampaikan oleh Kepala SMK Pembangunan Karangmojo. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara umum dan menampilkan diagram Kerangka Kurikulum Deep Learning, yang menjadi kerangka dasar pengembangan pembelajaran masa kini. Di bagian inti diagram terdapat konsep utama “Pembelajaran Mendalam”, yang dimaknai sebagai proses belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk keutuhan kompetensi afektif dan psikomotorik. Pembelajaran ini ditujukan untuk menumbuhkan karakter kuat dan kemampuan abad ke-21 dalam diri murid.
Mengelilingi pusat tersebut terdapat delapan dimensi yang disebut sebagai profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, kreativitas, kemandirian, komunikasi, kesehatan, kolaborasi, dan penalaran kritis. Dimensi-dimensi inilah yang menjadi tujuan akhir dari proses pembelajaran mendalam, mencerminkan kualitas lulusan yang diharapkan terbentuk secara utuh melalui pengalaman belajar yang kaya dan relevan.
Paparan kemudian berlanjut pada tiga prinsip utama pembelajaran yang saling melingkupi, yaitu pembelajaran yang bermakna, merefleksi, dan menggembirakan. Pembelajaran bermakna memungkinkan murid mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan kehidupan nyata. Prinsip merefleksi mendorong murid untuk mengevaluasi dan mengolah pemahamannya secara mendalam. Sementara itu, pembelajaran menggembirakan tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepuasan dari proses pencapaian pemahaman.
Diagram tersebut juga menggambarkan siklus pengalaman belajar yang terdiri dari tahapan memahami, mengaplikasikan, berkesadaran, dan menggembirakan. Siklus ini menunjukkan bahwa proses belajar berlangsung secara berulang, saling memperkuat, dan terus berkembang seiring waktu. Terakhir, lapisan terluar dari diagram menggambarkan lingkungan pendukung pembelajaran mendalam, yang mencakup praktik pedagogis guru, kemitraan dengan orang tua dan masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, serta terciptanya suasana belajar yang aman, inklusif, dan kondusif. Melalui penjabaran yang menyeluruh dan komunikatif, materi ini menjadi pengantar awal bagi para guru untuk memahami arah baru pembelajaran yang lebih berpihak pada murid.
Kegiatan koordinasi ini memberikan nuansa yang berbeda. Tidak hanya memuat agenda manajerial dan spiritual, tetapi juga menghadirkan semangat pembaruan cara berpikir dalam mengelola pembelajaran. Dengan refleksi nilai Asyura dan pemahaman tentang pembelajaran mendalam, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan pendidikan yang lebih relevan, reflektif, dan berkesadaran.