...
Karangmojo, 27 Juli 2026 — SMA-SMK Pembangunan Karangmojo menyelenggarakan Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory (TEFA) yang dirangkaikan dengan materi Pengawasan dan Pendampingan, Kebijakan Pengembangan SMK, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta Pembelajaran Mendalam (PM). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 ini diikuti oleh seluruh guru SMA dan SMK Pembangunan Karangmojo sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan dan penguatan pembelajaran berbasis dunia kerja.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMK Pembangunan Karangmojo, Muh. Kadarisman, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa guru perlu terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi terhadap perkembangan dunia pendidikan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan murid serta perkembangan dunia usaha dan dunia industri.
Turut hadir mewakili Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakil Ketua III, Taufik Ahmad Soleh, S.Ag., M.A., yang sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Teaching Factory merupakan bekal penting bagi murid sebelum memasuki dunia kerja karena tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk budaya kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta profesionalisme yang menjadi kebutuhan utama di dunia industri.
Memasuki sesi materi, peserta memperoleh pemaparan mengenai implementasi Teaching Factory dari praktisi industri Sujiono Mukti S. dari Breadlikes. Pada sesi ini dijelaskan bahwa Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang menghadirkan suasana kerja industri di lingkungan sekolah sehingga murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Materi berikutnya disampaikan oleh Pengawas Pembina, Sugiyanto, S.Pd., M.Pd., mengenai pengawasan dan pendampingan program sekolah. Beliau menekankan pentingnya komitmen seluruh warga sekolah dalam melaksanakan program secara terencana, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Selanjutnya, Kepala Balai Dikmen Gunungkidul, Wasidi, S.E., M.Si., memaparkan arah kebijakan pengembangan SMK yang berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan melalui penguatan budaya mutu, kemitraan dengan dunia industri, dan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pada sesi siang, Janu Riyanto, S.Sos., M.Sn. dari BBPPMPV Seni Budaya DIY menyampaikan materi mengenai Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Guru diajak memahami pentingnya literasi digital serta pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial sebagai pendukung pembelajaran yang kreatif, efektif, dan tetap bertanggung jawab.
Kegiatan ditutup dengan materi Pembelajaran Mendalam (PM) yang disampaikan oleh Dani Widinugroho, S.ST., M.T. dari BBPPMPV Seni Budaya DIY. Dalam paparannya dijelaskan bahwa pembelajaran mendalam mendorong murid untuk memahami konsep secara utuh, berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, serta menghubungkan pembelajaran dengan situasi nyata sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias dan aktif berdiskusi bersama para narasumber. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru SMA-SMK Pembangunan Karangmojo semakin siap mengimplementasikan Teaching Factory, Pembelajaran Mendalam, serta Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam proses pembelajaran sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan teknologi.